cuih.. Bokep jilbab Nggak usah ngebantah deh, Lo mau nyaingin kita-kita kan?!” Lea menambahkan bentakanku.Setelah puas membentak-bentak Sherry, aku memberi tanda kepada Manda. Tubuhku dan Sherry bergerak seirama, kurasakan keringat mengucur dari tubuhku, serta vaginaku kian basah oleh cairan kewanitaanku yang bercampur dengan cairan kewanitaan Sherry. Aku tergelak menahan ludah, payudara Sherry indah sekali, mulus, bersih dengan puting yang merah muda merekah, seksi sekali pikirku.“Abisin aja Pak!!” Lea meminta Tejo dengan wajah cemburu, ia sepertinya iri pada keindahan payudara Sherry.“Ok Sherry sayang, tenang aja ya? Enak ya? Kini mulut dan vagina Sherry telah dipompa dua batang penis.Keringat membasahi seluruh tubuhnya, membuat tubuh Sherry terlihat berkilau seksi. Kubayar uang yang kujanjikan pada Tejo, Andre, Seto dan Lodi. Selama hampir 5 menit kupacu tubuh Sherry, dan tiap detik pun kurasakan kenikmatan dan rasa dendam yang terbayar.Di tengah deru nafasku yang saling memacu dengan nafas Sherry, tiba-tiba kumerasa sesosok tubuh besar memelukku dari belakang. Enak ya? Semua pria yang ada disitu tergelak menahan ludah, menanti kejadian selanjutnya. Seto mencengkram tangan kanan Sherry, sementara Lodi mencengkram tangan kirinya. Kekesalanku pun memuncak kepada Sherry, akhirnya aku, Manda dan Lea merencanakan sesuatu, sesuatu untuk Sherry.















