pelan-pelan aku berdiri dan kemudian membilas tubuh serta ‘pistolku’ yang kini terkulai lemas..Dalam hati aku tetap berharap suatu saat nanti aku semua imajinasi dan fantasiku tentang Siska dapat terwujud. segera saja kututupi dengan handuk kecil yang kubawa.“Loe berdua ikutan gabung dong..! Bokep korea gue joinan ama Lia aja deh..”, kata Siska kepadaku ketika melihatku masuk.“Ya udah..”, sambil ngeloyor masuk ke ruang ganti yang terletak persis di sebelah ruang yang dipakai Lia dan Siska.Ruang ganti itu sendiri merupakan tempat yang dibuat ala kadarnya mengingat dinding pambatasnya yang hanya dari triplek tipis bahkan di beberapa bagiannya sudah berlovbang kecil. “Ya udah deh, langsung cabut yuk!”, ajak Bobo dari balik setir mobil Honda CRV hitamnya. “Kamar mandinya ada dua kok.”, tambahnya.Aku tersenyum kepadanya dan tanpa menjawabnya lagi, aku segera bangkit berdiri dan berjalan ke ruang bilas menyusul cewek-cewek tersebut.“Wah.. Liat aja nih udah mengeras begini..”Suara tawa segera pecah dalam ruang ganti itu. kalau nggak dapet Siska.. gantian dong”, teriak Dewi dari luar membuatku segera tersadar dari lamunanku dan cepat-cepat membilas tubuhku dan keluar dari ruang bilas itu.Mimik heran dari Dewi ketika melihatku keluar dari ruang bilas dengan muka lemas tidak aku pedulikan dan















