Serena wants to be a mother so badly, but her dream seems unreachable. Axel, her husband, has been trying his best to put a baby in her oven, but he has been having some erection problems. Video bokep india Serena’s pussy hasn’t felt the warm sensation of cum for a long time, and she thinks her babymaking years will soon be gone. Her mother suggested they seek guidance from Father Rock, their congregation’s priest. The caring father loves looking after his flock, so he comes to stay with the young couple for the weekend to offer them his advice. After an intimate talk, Serena realizes that her chances of getting impregnated by her husband are slim, but Father Rock might be her savior. He is a fit man with healthy sperm and he can pour it inside of her in a very passionate babymaking session. Serena has been watching him shower in secret and thinks that thick cock could really fill her up with sweet man juice and finally realize her lifelong dream. They just need to keep it a secret from Axel and find the best moment to plant Father Rock’s holy seed in Serena’s pussy.
“Permisi dik, mau tanya alamat ini”, sambil kutunjukkan isi SMS dari V. Vina yang merupakan petualang seks sejati langsung mengerti maksudku. Farizpun memijit dekat pantatku. Dia tampak semakin gugup. Masih kebingungan diapun masuk dan menutup pintu, matanya masih terpaku padaku. (narsis bgt ya?). Akupun makin melebarkan pahaku, sambil tanganku membuka vaginaku agar tampak klitorisku oleh Fariz. Dari obrolan kami ku ketahui mereka baru kelas 2 SMP. Ku pegang penisnya dan kumasukkan kedalam vaginaku. Fariz tanpa permisi langsung memasukkan penisnya dengan tidak sabar.“Ah!” jeritku.Fariz makin tidak sabaran. Diapun mulai menjilati putingku, mataku terpejam akupun makin mendesah tidak karuan.“Oouuh…aaahh…euuhhh…”, aku mulai liar.Tanganku tidak tinggal diam. “Nanti tante tambahin deh ongkosnya”, tambahku lagi. Nanti tante kasih ongkos pulang” kataku. Vina langsung menyambutku, tapi dengan tatapan heran. Mula-mula dia seperti risih, tetapi permainan lidahku mulai mengajarinya untuk berciuman. Aku pikir toh nanti bisa tanya sama orang di jalan.Sesampainya di B, aku mulai mengikuti petunjuk SMS V untuk menuju ke rumahnya, tapi…jalanan di kota B ini sangat membingungkan. Akupun menutup pintu tanpa kukunci, toh tidak ada siapa-siapa selain kami berlima dirumah ini. Mula-mula dia seperti risih, tetapi permainan lidahku mulai mengajarinya untuk berciuman.
















