IOU”, aku mengakhiri percakapan.“IOU Mas.., mimpiin Nia yaa.., bye”, lalu Nia menutup telephonenya.Malam bagai tak peduli. pelan sekali.. Bokep jilbab man has to know his limit..”, jawabku meyakinkannya.Tiba-tiba HP si manajer itu berdering, dan ia menjawabnya dengan nada bicara yang pendek-pendek tanpa semangat. Gerakan tanganku semakin cepat dan teratur. Akupun tertawa sambil berujar,“Kalau kamu yang memandikan aku, kita akan terlambat ke airport. mass enakk..”, sebelum akhirnya terkulai dan memeluk erat diriku.Kami berciuman kembali, kali ini dengan penuh kelembutan. Celana dalamnya agak basah, dan sebuah rasa geli yang telah lama ia tak rasakan ternyata muncul di sana.“Oh, aku begitu terangsang malam ini”, desah Tania panik di dalam hati.“Jangan dulu kamu sentuh yang di bawah sana, Nia. Rupanya ia bergegas pulang sore ini karena ada janji dengan seseorang, begitu kata office boy yang dengan setia masih menungguku.“Acchh.., Tania, dengan siapa lagi kamu malam ini..?”, aku bertanya dalam hati sambil bergegas meninggalkan pintu ruang kantorku. Kedua tangannya meninggalkan daerah kewanitaannya, mencengkram seprai di kedua sisi tubuhnya. Perasaan khawatir sedikit muncul dibenaknya, bercampur dengan rasa kangen yang luar biasa.Lalu ia pun berniat mengontak aku di rumah, tetapi niat tersebut diurungkan. Suara-suara gairah memenuhi kamar















