“Telepon Pak Ricky, dari Felly.”
Shit..! Bokep indo Jam 6 pagi aku meninggalkan rumahnya. Banyak cewek-cewekku yang jauh lebih menarik untuk kuajak ke tempat tidur. Itu saja. Sudah capek aku menasehatimu, tapi kelakuannmu tidak juga berubah.”
“Okay Fel, Thanks and sorry for every trouble you got,” kataku sambil bediri, bersiap untuk pulang.Ketika melewatinya ia menangkap tanganku. Dulu waktu kami masih pacaran hampir selusin kali kami bubar dan balik lagi. Aku merasa benar-benar mencintainya. Keterlambatanku dengan selalu menyalahkan kapitalis-kapitalis rakus itu, dimaafkannya dengan mudah. Katanya mau telepon.” Langsung nyerocos tanpa titik koma. Tapi mengapa setiap ketemu dengannya aku selalu merasa membutuhkannya. Ini yang kusukai dari cewek-cewek itu. Aku sudah beres-beres ketika interkom itu berbunyi lagi. Panas, itu yang kurasakan. Sangat berbeda dengan ketika kukenal ia 2 tahun yang lalu. Setelah tarik urat syaraf sebentar karena kartu ajaibku tidak mau digesek, akhirnya aku terbebas setelah mereka mengawalku ke mesin ATM di Sarinah bawah. -Mereka Salah-) luluh kalau berhadapan dengannya.Hari Senin di kantor. 15 menit dan ia telah duduk kembali di mejanya.Pukul 12.00 waktu makan siang. Baru 2 km dari rumahnya, aku memukul-mukulkan tanganku ke stir mobil ini.















