Sebenarnya aku gak begitu dekat dengan Bernike, ya walaupun dikelas 1 aku pernah sekelas sama dia, tapi aku jarang banget ngobrol sama dia. Aku mengelus (ato lebih tepat meremas) semua bagian tubuhnya yang bisa aku jangkau, punggungnya, pingganynya pantatnya dan tentu aja dadanya yang besar menantang itu (walau agak sulit memang dalam posisi berdiri)“Yan, dikarpet aja yuk” ajak Rianti.Aku mengangguk dan menuntun Rianti ke sisi karpet yang masih tersedia. Bokep indo “Ri, kita ke ruang depan aja yu” Ajakku ke rianti yang masih bengong.“OK deh” jawabnya sambil mengikuti langkahku ke arah ruang depan. Sebenarnya aku kasiahan melihat wajah Rianti yang kelelahan itu, tapi nafsuku udah keubun-ubun, aku harus orgasme dan melepaskan spermaku !“Ri, aku masukin lagi ya..” pintaku… Dia cuma mengangguk.“Kamu gak pa-pa” tanyaku… (he..he..he.. Enggak lama aku memompa memeknya, Rianti tiba-tiba memekik“AKHHH…” sambil memelukku erat. Tinggal aku dan Rianti yang saling pandang keheranan. Aku tahu sebenarnya dari dulu Bernike suka padaku, tapi aku gak pernah merespon dia. Kemudian dia mengelus dan mengocok penisku. Aku kemudian memulai mengentotnya dengan posisi doggy style. Aku yang desperate butuh orgasme untuk penyelesaian kemudian memposisikan tubuhku diantara selangkangan Bernike.















