Sedangkan keadaanku sendiri kelihatannya tak jauh beda, karena mukaku rasanya panas, jantungku juga berdegup kencang.“El, siapa ya yang lagi asyik nih siang siang gini?”, tanya Jenny dengan bingung.Aku mengangkat bahu, dan Jenny dengan hati hati mengintip melalui pintu. Benar benar biadab, ia memberikan aku pada dua siswa yang sama sekali tak aku kenal ini. Video bokep barat Entah sejak kapan, aku sudah tinggal mengenakan bra, seragam sekolahku sudah dibuang Jenny ke pojok kamar WC ini. terserah kamu sih”, kataku.Lalu aku berdiri dan melangkah ke depan diikuti oleh Jenny.Hampir bersamaan kami berkata,“Pak, kami ijin ke belakang dulu”. Pak Edy juga sudah melepaskan cengkeraman pada kedua pergelangan tanganku, hingga aku bisa mengistirahatkan tanganku yang pegal karena tertarik kencang ke belakang selama beberapa menit.Selagi aku mencoba memulihkan tenaga yang rasanya terkuras habis ini, wali kelas sialan ini memperkenalkan pemerkosaku satu per satu, hal yang harusnya sama sekali tidak penting untuk kudengarkan, tapi toh aku tak bisa berbuat apa apa selain terpaksa mendengarkan pak Edy.“Eliza, kenalkan, ini Dedi, kelas 2G, sebelah kelas kamu”, kata pak Edy sambil menepuk pundak pemerkosa mulutku.Aku melihat Dedi, ia benar benar tidak tampan, bahkan cenderung mengerikan dengan bekas luka di















