“Maria, kamu adalah milikku seorang.. Kedua orang tuaku meninggal karena kecelakaan ketika aku berusia 11 tahun. Bokep jilbab tidaak!!” aku sangat malu melakukan posisi itu.Tetapi Erik tidak peduli dan melanjutkan kembali permainannya. Aku senang sekali, karena Erik telah mempersiapkan sebuah pesta ulang tahun untukku di sebuah hotel bintang 5. Hari itu, aku mulai merasa bosan di rumah dan Erik belum pulang dari kantor. Dia memandangiku yang masih berlinang air mata. Aku tidak akan pernah membencimu Maria..”
Pelukan Erik semakin erat. Hanya sisa-sisa gaunku-lah yang masih menyembunyikan bagian-bagian tubuhku sedikit. Diam-diam, aku kagum dengan penampilan Erik dan Tomi yang sangat menarik. Erik melepaskan kemejanya dan celananya, masih memandangiku. Erik mulai meremas-remas payudaraku yang belum tumbuh seutuhnya. “Erriik!! Apa kau kenal dengan anak ini?”, tanyanya. Erik menciumi diriku yang bergetar hebat dengan sedikit paksa. “Seperti boneka..”
Aku yakin sekali dia bergumam [“..boneka yang aku idam-idamkan”]
Lalu dia melepaskan wajahku dan langsung meninggalkanku begitu saja.Sehari setelah kunjungan itu, Erik bersama temannya itu kembali mengunjungi yayasan, untuk mengadopsi diriku.















