Kemesraan mereka semu tak bernurani, bagai sebuah ruangan setengah kosong, dan setengahnya lagi sekedar keterpaksaan pelaksanaan kewajiban saja. Bokep indo Kupeluk dia. Erangannya makin merangsangku. Kuciumi dengan lembut, bahu dimemeknya membuat sensasi yang aneh. Pak Bagong akan berbaju beskap, berjarik, blangkon dan berkeris. Cium sayang dan lembut disetiap kesempatan yang ada tanpa seisi rumah tahu Tapi kegalauan dihatiku tetap saja tak dapat kuingkari. Dia menggeliat membalas permainan bibirku. Entah berapakali pejuhku membasahi celana dalamku sendiri dan celana dalam Bu Miranti. Dua-duanya masuk IGD rumah sakit dan Pak Bagong sebagai anak tertua dikeluarganya diminta datang. Kupeluk dia. Akupun sudah tak tahan lagi dan ingin agar pejuhku segera keluar.Karenanya kunaik turunkan kontolku, kuputar-putar dan kunaik-turunkan terus hingga akhirnya crooottt…crooootttt.. Ada masalah yang dia sembunyikan. Dibawah sadar sering aku diremas-remas iri dan cemburu jika melihat ibu Miranti berbincang mesra atau melayani pak Bagong, suaminya. Batang kontolku rasanya terjepit oleh dinding memek Bu Miranti yang seperti berdenyut-denyut dan menghisap-hisap. Bah!. Entah rasa sayang atau sekedar untuk menetralisir hatinya, aku usap air matanya dengan jariku. Bah!. Dadaku berdebar-debar.















