Hanya dengan melihat hal itu, cukup bagiku untuk menduga apa yang telah dilakukan si Kumis terhadap istriku.Si Kumis berkata-kata kepada kami. Bokep jilbab Matanya agak membelalak dan mulutnya terbuka sedikit.Setelah itu, si Kumis berdiri dan menghampiri si Tegap. Whats the problem, sir?Ia terus memandangi kami berdua secara bergantian. Meja itu dipenuhi oleh uang receh, permen, sapu tangan dan kertas-kertas tak berguna dari isi kantong kami berdua.Kemudian setelah harus mencerna hampir lima kali kata-kata yang tak jelas dari si Kumis (yang ternyata adalah atasan si Brewok dan si Tegap), aku menyadari bahwa ia menyuruh kami untuk membuka pakaian kami. Karena tak mau melihat dirinya merajuk lagi, akhirnya aku menerima penjelasannya dan meminta maaf karena telah berpikiran seperti itu.Sebenarnya di dalam otak, logikaku terus berputar. Namun setelah mereka keluar dari ruangan itu dan meninggalkan kami berdua saja, aku semakin yakin. Ketiga pria itu (termasuk si Kumis) telah masuk ke dalam ruangan. Lalu ia membuka koper itu dan mulai mengacak-acak isinya.Isi koper itu hanyalah pakaian-pakaian dan peralatan kosmetik Sherly.















