Ya sudah.Malamnya kami tidur untuk besok subuh kami harus melaut. Ibu menjaganya di rumah. Bokep indo Tapi neak kan? “Hati-hati, nampaknya ikannya banyak,” kataku. Saat teh tertuang ke dalam gelas, perahu kecil itu lintas. “Siapa bilang. Akibat kuyup, teteknya membayang di bajunya, tanpa dia sadari. Tak lama Suti mengatakan nasi sudah siap dari tadi dan kami harus makan.Suti membuat nasi ke piringku dan ke piringnya bersama lauknya. Kutarik Suti mendekatiku dan kukecup bibirnya, seperti apa yag dilakukan Lek Parto pada isterinya. “Ayo… buruan… nanti ayahmu pulang…” Aku menggenjotnyaslebih cepat lagi. “Mas mu. Kepala sekolah setuju. Kami naik ke perahu.Layarakecil, kembali kami pasang agar tak perlu mengkayuh. Lalu Suti pun menirukan kelakukan ibu kepada ayah kami. Tak pernah terpikir, aku akan punya anak. “Siapa yang kenyang, Bu,” tanya Suti menyahut dari belakang. Pertanyaanmu kok aneh. Ibu menunggu aku siap mandi. Kontolku sudah makan kenyang dari memek Suti. Tak mungkin Sutinah berani pipis di mulutku, pikirku. Nanti kamu harus menikah dengan laki-laki lain,” kataku. Yang jelas yang bikin aku bunting, kontolmu sendiri,” kata ibu sangat sengit dan ketus, membuat ayah terdiam tak berkutik.















