Aku mulai perlahan mengulumnya dan memasukkannya ke dalam mulutku. Ini perawan mama untukku. Video bokep Dodi mendiamkanya sejenak, kemudian menembusnya lagi. Setelah mengantar anaknya ke sekolah, dia langsung pulang ke rumah tak mau lagi mengerjakan apa pun juga. Sudah lima tahun aku tak merasakan sentuhan laki-laki dalam usiaku 42 tahun ini.Aku sudah siap dengan segalanya. Aku merebahkan tubuhku. Tak pernah!***Tak terpikirkan selama ini. Kini tangannya sudah mengelus-elus bulu vaginaku. Dodi meringkih. Kalau bukan dia, terus siapa? Hal yang belum pernah aku rasakan. Tak lama, penis itu mengecil dan Dodi melepas kepalaku.“Terima kasih, Ma,” bisiknya.Aku tersenyum. Klitorisku menjadi sasarannya. Menarik sedikit dan menusuknya. Setelah mengantarku, Dodi pergi ke tempatnya mangkal untuk mencari mobil atau mencari pembeli mobil. Kepalaku dibelai-belainya. Saat aku membenahinya, aku mendengar suara bel berbunyi. Tiga hari lagi, kita sudah bisa mulai,” kataku menyabarkannya.Malamnya, di rumah, setelah cucuku tidur, dia dimasukkan ke dalam boxnya di kamarku. Kami saling memagut.“Oh, sayangku… cintaku…” bisiknya di telingaku. Aku setuju. Dilepasnya semua pakaiannya. Dodi mulai lagi menciumiku. Kujepit penis itu sekuat tenaga. Aku merasa sakit. “Kenapa, Ma? Mama sudah tak mampu membendungnya…”Aku melihat Dodi sedikit kecewa.















