Aku hanya ditinggali handuk kecil hangat. Ia berlutut mengelap paha bagian belakang. Bokep korea Aku tidak tahan. Tapi mengelap dengan handuk hangat sisa-sisa cream pijit yang masih menempel di tubuhku. Kini ia pindah ke paha, agak berani ia masuk sedikit ke selangkangan. Aku menggelepar.“Sst..! Kalau saja, tidak keburu wanita yang menjaga telepon datang, ia sudah melumat Si Junior. Atau jangan-jangan ia juga disuruh ibunya bayar arisan. Semua orang bebas masuk asal punya uang. Dari atas: Turun. Ah, kini ia malah berlutut seperti menunggu satu kata saja dariku. Ayo. Dari perut turun ke paha. Ke bawah lagi: Hah habis kancingku habis. Creambath? Penumpang lima lalu supir, jadi enam kali tujuh, 42 hore aku turun. Lalu pindah ke pangkal paha. Pintu salon kubuka.“Selamat siang Mas,” kata seorang penjaga salon, “Potong, creambath, facial atau massage (pijit)..?”“Massage, boleh.” ujarku sekenanya.Aku dibimbing ke sebuah ruangan. Ah.., selangkanganku disentuh lagi, diremas, lalu ia menjamah betisku, dan selesai.Ia berlalu ke ruangan sebelah setelah membereskan cream. Lho, salon kan tempat umum. Ya sekarang..!” pintanya penuh manja.Tetapi mendadak bunyi telepon di ruang depan berdering.















