Kujaga kecepatan dengan konstan.Samar di lautan, pendar lampu perahu nelayan terlihat seperti kunang-kunang. Sedari tadi aku ditemani ngobrol oleh pasangan suami istri pemilik warung yang telah melayaniku dengan ramah.Setelah merasa badanku fit kembali, aku memutuskan untuk melanjutkan perjalanan.Setelah membayar, aku pun melajukan kembali Pajero Sport Dakar hitamku membelah pekatnya malam menuju Denpasar, kota tempat tinggalku saat ini.,,,,,,,Bersambung
========== Kalo dari penampilannya aku sedikit bisa menerka bahwa profesi bapak itu seorang Ustadz atau minimal guru agama. Bokep jilbab Hehehe atau wkwkw.Teringat aku akan istriku, walau tidak kalah cantik, tetapi jiwa Don Juan-ku memang selalu bergolak ketika melihat jidat licin seperti wanita tadi. Apalagi sudah hampir seminggu ini aku belum kesampaian untuk “ngetap olie” (baca : bersetubuh) dengan wanita manapun, baik dengan istriku maupun wanita-wanita lain koleksiku.Penasaran juga jadinya aku dengan wanita tadi, apalagi setelah beberapa kali kupergoki wanita tersebut memandangi dan memperhatikanku secara diam-diam.Walau usiaku yang hampir mendekati kepala empat, namun penampilanku masih terbilang cukup baik. Kunyalakan sebatang rokok sambil menuju tempat bapak yang sedang membetulkan mobilnya.















