Kalau aku lagi menggosok “pintu” kelaminnya, kulihat mata Tante merem-melek keenakan. Bokep korea Belum masuk ternyata. Pindah ke paha kanan aku tak ragu-ragu lagi menyingkap dasternya.“Enak To, kamu pintar juga memijit”Aku hampir saja berkomentar :”Paha Tante indah sekali”. Aku baru sempat meremasnya, itupun dibalik kutang. Dadanya merapat di dadaku. Tante menerima dengan antusias.Untuk kesekian kalinya kami saling menggenjot. Sekilas terlihat belahan dadanya ketika ia memasuki mobil. Tidak langsung sih, masih ada lapisan kain daster dan kutang, tapi kenyalnya buah itu terasa. Kulihat wajahnya, matanya terpejam. Sejenak aku bengong tak mengerti permintaannya. Mengeras. Tangan itu halus sekali. Kubukakan pintu mobilnya. Ditariknya gaun tidur tipis itu perlahan, memperlihatkan paha bulat itu. Kancing tengah dasternya sudah semuanya terlepas, menyibak kesamping, tinggal celana dalamnya saja. “Tubuhmu atletis sekali. Kenapa engkau tidak ke luar ?Barangkali Tante memang tidak membutuhkannya. Hanya karena belum biasa saja. Dari lubang kunci aku lihat mereka sedang membaca. “To ” panggilnya. Kreativitas Tante tercermin dari cara bersetubuh. “Sudah, mandi sana” Tante ke luar kamarkuMalam itu aku nonton TV sendirian.















