Ohh.. Ohh.. Video bokep Nanti kita bicara…” kata Nana.Selesai makan, mereka duduk-duduk di ruang tengah.“Kamu ada sesuatu yang harus diselesaikan di rumah tidak saat ini?” tanya Nana.“Tidak ada, tante,” kata Surya.“Tadi tante mau tanya apa?” kata Surya penasaran.“Begini, apakah kamu suka kepada wanita tertentu? Sudah waktunya anak-anak tidur siang,” kata Nana sambil bangkit dan tertatih-tatih mengantar anak-anaknya ke kamar tidur.Setelah mengantar mereka tidur, Nana kembali ke tengah rumah.“Mana obat merahnya, tante?” tanya Surya.“Di atas sana, Sur…” kata Nana sambil menunjuk kotak obat.Surya segera bangkit dan menuju kotak obat untuk mengambil obat merah dan kapas. Nana tersenyum.“Mm.. Sementara satu tangan Surya meremas buah dada Nana yang tidak terlalu besar. Surya kaget, lalu segera menarik kakinya.“Maaf tante, saya tidak sengaja,” kata Surya.“Tidak apa-apa kok, Sur…” kata Nana sambil matanya nenatap Surya dengan pandangan yang berbeda.Ketika kaki Surya menyentuh kakinya, seperti terasa ada sesuatu yang berdesir dari kaki yang tersentuh sampai ke hati. Mm.. Croott.. Seperti kebanyakan anak laki-laki tanggung lainnya, Surya adalah sosok anak laki-laki yang sudah mulai mengalami masa puber.“Kenapa kamu nunduk terus, Sur?” tanya Nana.“Tidak apa-apa, tante…” ujar Surya sambil sekilas menatap mata Nana lalu menunduk lagi sambil tersenyum malu.“Ayo,















