Lalu aku cepat-cepat berdiri sambil membalut tubuh tante dengan handuk yang jatuh tadi. Mungkin karena hujan tadi jadi para mata keranjang yang biasa nongkrong di warung Anin pada males keluar. Bokep jilbab Dan waktu itu waktu menunjukkan jam 9 malam hujanpun sudah mukai reda, segera aku mengambil uang dan segera berlari menuju ke warung tante Anin. Pikiran kotorku mulai kumat.“Malam gini kok belum tutup Tante..?”“Iya mas Rio, ini juga tante mau tutup, tapi mau pakek pakaian dulu?”“Ooohhh biar aku bantu ya tante, sementara tante berpakaian” katakuMasuklah aku ke dalam warung, kemudian menutup warung dengan rangkaian papan-papan.“Wah ngerepoti mas Rio” kata Tante Anin”Sini biar tante ikut bantu juga”Warung sudah tertutup, kini aku pulang lewat belakang saja.“Trimakasih lho mas Rio..?”“Sama-sama tante..” balasku“Tante aku lewat belakang saja”Ketika aku dan tante Anin berpapasan dijalan antara rak-rak dagangan, badanku menubruk tante, tanpa diduga handuk penutup yang ujung handuk dilepit didadanya terlepas dan tante Anin terlihat hanya mengenakan Cd merah muda saja. Aaaach rasanya aku sudah mau keluar, sambil terus goyang kutanya tante Anin.“Tante.., Aku keluarin dimana tante..??











