Aku sudah takut saja kalau-kalau Suster Vika melihat hal ini. Sekonyong-konyong tangan Suster Vika memegang kemaluanku cukup kencang. Bokep jilbab Suster Mimi kembali berdiri. Nggak laki-laki, nggak perempuan, semuanya.Akhirnya dengan ditutupi hanya selembar handuk di selangkanganku, aku melepaskan celana pendek dan celana dalamku. Rasa-rasanya ingin aku menikmati payudara itu.Tetapi tampaknya keinginan itu tidak terkabul. Ternyata yang ada di balik pintu adalah dua orang gadis rupawan yang selama ini aku idam-idamkan, Suster Vika dan Suster Mimi. Oke, sekarang Mas buka kaosnya dan berbaring deh, kata Suster Vika lagi sambil membantuku melepaskan kaos yang kupakai tanpa mengganggu selang infus yang dihubungkan ke pergelangan tanganku. Rupanya aku mulai terangsang karena sapuan tangan Suster Vika yang masih menyabuni perutku. Terakhir aku dimandikan waktu aku masih kecil oleh mamaku.Setelah menutup tirai putih yang mengelilingi tempat tidurku, Suster Vika menyiapkan dua buah baskom plastik berisi air hangat. Ia sejenak melongo melihat apa yang kami lakukan berdua. Suster Vika sedikit terhenyak ke depan sewaktu kemaluannya yang dari tadi terbuka lebar ditusuk batang kejantanan teman sekamarku dari belakang, dan ia melepaskan mulutnya dari payudara Suster Mimi.















