Untuk yang punya rumah, meja makannya terpisah di ruang utama. Bokep korea ”Oooohhh……om…”, aku merintih berulang kali. Aku enggerakkan pinggulku, bergoyang dan berputar- putar. Yang kos disitu hanya seorang, lelaki, umurnya 40 tahunan lah, Doni namanya. Sambil menciumi paha ku, sedikit demi sedikit kepalanya terus naik ke atas. Saking napsunya, tanganku kemudian merogoh kedalam CD ku mengilik i tilku sendiri sehingga tanpa sadar aku terengah2 sendiri didepan kamarnya. Demikian juga dengan makanan yang tidak habis dimakan, aku bawa dan simpan di lemari dapur. “Enggak”, jawabnya sambil menyuap makanan yang kuhidangkan. Aku pulang kampung gak menentu, tergantung uang yang aku kumpulkan sudah cukup banyak atau belum. kedua kakiku langsung kursilangkan di belakang mengunci pantatnya. Malam minggu berikutnya, om Doni mengulangi lagi memberi aku kenikmatan. “Ntar ceweknya marah”, kataku. “Kan biasanya sama ceweknya, asik2an”, godaku lagi. Suatu malem minggu, dia tidak kemana2. Aku terpejam membalas lumatannya. aku jepit kon tol nya sampai terasa badan begitu lemas dan tidak bergerak, hanya nafas yang terputus putus seperti habis lari pagi saja. Tapi terus dia memberi kesempatan ke aku dengan merubah posisi menjadi terbalik, aku berada di atas dia.










